Rabu, 02 Desember 2015


Cita-Cita yang tersia-siakan






Teringat waktu ku masih kelas 1 sekolah dasar (sd). Waktu itu aku sedang mengalami sakit dan harus dioperasi karena ada benjolan dikepala. Bolak – balik ke rumah sakit di Cipto Mangunkusumo dari rumah untuk pengurusan surat, ambil darah dan pemeriksaan lainnya sebelum operasi.
. Dari hal tersebut, ku pun bertekad ingin jadi dokter agar anak-anak yang sedang sakit menjadi ceria melihat dokter yang peduli dengan mereka. Semakin tertarik menjadi dokter karena persepsi ku waktu itu,dokter pasti akan dicari dan dimintai tolong dengan kehormatan yang tinggi tetapi kenyataan tersebut tidak tejadi kepadaku karna aku di minta untuk mengambil jurusan IPS waktu SMA saat itu hidup ku mulai hancur sudah tidak ada rasa sayang kepada orang tua ku,aku merasa jadi orang lemah pada saat itu,akhirnya semua pelajaran tidak ada yang aku pedulikan,hingga kelas XII aku merasa hidupku tidak berguna,aku menyalahkan semua kepada Tuhan yang memberiku keluarga seperti ini,hingga akhirnya aku merusak hidup ku demi kesenangan diriku sendiri hingga pada minum-minuman keras,rokok dan obat pun telah aku coba,hingga kuliah saya mengambil SI lagi-lagi karna keluarga yang menuntut ku,jujur saja aku tidak bisa mengikuti pelajaran seperti codding dan lain-lain,tapi seiring berjalannya waktu ak sadar bahwa codding itu perlu untuk dapat mengikuti dan sekarang perlahan saya bisa mengikuti walaupun masih banyak yang tidak mengerti tentang logika yang harusku asah semua,dan seiring dengan itu semua aku menjalin komunikasi dengan keluargaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar